alibrahgresik.or.id – Gresik. Sabtu, 3 Mei 2025, Yayasan Al Ibrah kembali menggelar kegiatan Pembinaan SDM sebagai bagian dari upaya penguatan visi dakwah dan pendidikan yang berkesinambungan. Bertempat di Aula SDIT Al Ibrah , kegiatan ini mengusung tema “Dakwah dan Pendidikan: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Spiritual dan Intelektual” yang diikuti oleh 240 guru dan pegawai dari seluruh unit di bawah naungan Yayasan Al Ibrah.
Acara dibuka dengan penuh semangat oleh MC, Humas Al Ibrah, Imam Syafi’i, M.Pd., yang membangkitkan semangat peserta dengan yel-yel khas Al Ibrah. Suasana yang semula hening berubah menjadi hidup dan penuh energi, mencerminkan semangat para pendidik dan tenaga kependidikan yang hadir dalam forum ini.
Baca juga : Mukhoyyam Al-Qur’an IX SMPIT Al Ibrah: Menanamkan Cinta Al-Qur’an dan Membentuk Karakter Qur’ani
Tilawah Al-Qur’an oleh Ust. Khoirul Masnun, Al-Hafidz dari SDIT Al Ibrah, menjadi pembuka yang menyejukkan. Ayat-ayat suci yang dilantunkan mengundang ketenangan dan menjadi pengantar yang kuat menuju perenungan makna spiritual dalam pendidikan.

Dalam sambutan Yayasan, Sekretaris Yayasan Al Ibrah, Triasmono, ST., MM., menyapa seluruh peserta dari berbagai unit, mulai dari TPQ, KB-TKIT, SDIT, hingga SMPIT. Beliau menyampaikan capaian dan rencana strategis yayasan ke depan. Salah satu kabar gembira adalah berdirinya Al Prime’s (Al Ibrah Primary School) sebagai bentuk penguatan layanan pendidikan dasar berbasis bilingual. Tidak hanya itu, Yayasan juga merancang pendirian jenjang SMA/sederajat di Pacet, Mojokerto.
“InsyaAllah, kita juga sedang menyiapkan pengembangan jenjang lanjutan berupa SMA atau sederajat di Pacet, Mojokerto, di atas lahan seluas 1,6 hektar. Targetnya mulai beroperasi tahun 2026. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan pendidikan Islam berkualitas dari hulu ke hilir,” lanjut beliau dengan optimisme.
Triasmono juga menegaskan bahwa dinamika dalam sebuah lembaga merupakan keniscayaan, termasuk perubahan struktur kepemimpinan yang kini tengah berlangsung di tubuh Yayasan. Beberapa amanah baru disampaikan secara terbuka sebagai bentuk transparansi dan apresiasi terhadap proses kaderisasi internal:
-
Ustadzah Zahrotul Munawwarah kini menjabat sebagai Kepala Divisi SDM & Kurikulum.
-
Ustadzah Kholifah sebagai Kepala Divisi Litbang & Prestasi.
-
Ustadzah Noviana sebagai Kepala Divisi Keuangan, Aset, dan Sarpras.
-
Ustadz Supriyadi sebagai Kepala Pesantren Al Ibrah.
Puncak acara diisi oleh tausiyah dan pembinaan spiritual dari Ust. Slamet Junaidi, Lc., Pembina Yayasan Amal Sholeh Bangil. Dalam penyampaiannya yang menggugah, beliau mengupas makna mendalam dari hadits tentang kehidupan manusia yang diibaratkan berada di dalam satu kapal. Sebagian berada di atas, sebagian di bawah. Ketika satu orang dari bagian bawah berniat melubangi kapal untuk mengambil air tanpa meminta bantuan, maka seluruh penumpang kapal akan tenggelam. Pesan ini menegaskan pentingnya saling menjaga, menasihati, dan tidak membiarkan kemungkaran terjadi tanpa teguran. Satu kesalahan bisa berdampak kolektif jika tidak ada yang mencegahnya.
Baca juga : Gadget atau Gawai , Musuh atau Mitra dalam Pembelajaran?
Lebih lanjut, beliau menyoroti hadits lain yang menyatakan bahwa siapa pun yang menunjukkan satu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya. Ini menjadi pengingat penting bagi para guru dan pegawai bahwa peran mereka dalam menunjukkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan sangatlah besar dalam timbangan akhirat.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan menyentuh, Ust. Slamet menyampaikan konsep 5T terhadap Al-Qur’an:
-
Tilawah – Membaca
-
Tahfidz – Menghafal
-
Tadabbur – Merenungi dan memahami
-
Tanfidz – Mengamalkan
-
Tabligh – Menyampaikan
Kelima aspek ini harus menjadi bagian utuh dari aktivitas dakwah dan pendidikan di sekolah, bukan sekadar formalitas pembelajaran agama. Dalam konteks ini, beliau juga menyinggung isi dari Qur’an Surat Al-Anfal ayat 25 “Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Mahakeras hukuman-Nya.”
Ayat tersebut mengingatkan agar kita tidak lalai terhadap kemungkaran yang terjadi dalam masyarakat, karena azab Allah bisa menimpa bukan hanya pelaku, tetapi juga yang diam saat melihat kezaliman.

Setelah sesi tausiyah yang menggugah hati tersebut, acara dilanjutkan dengan momen spesial yang sangat ditunggu-tunggu. Ustadzah Zahrotul Munawwarah, Kepala Divisi SDM & Kurikulum, menyampaikan program apresiasi luar biasa kepada para guru dan karyawan terpilih. Dalam suasana penuh haru, beliau mengumumkan pemberian reward umrah kepada empat orang guru dan pegawai sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan keteladanan mereka dalam menjalankan amanah dakwah pendidikan. Keputusan ini tidak hanya menjadi simbol apresiasi lembaga, tetapi juga motivasi spiritual bahwa kerja tulus insyaAllah akan dibalas oleh Allah dengan kemuliaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pendidik dan pegawai Yayasan Al Ibrah semakin menyadari pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan intelektual dalam tugas kesehariannya. Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga proses mencetak jiwa dan karakter. Dan dalam perjalanan itu, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga da’i yang membawa risalah kebaikan.(mam/red)
Al Ibrah Qurani dan Berprestasi