Yayasan Al Ibrah Gelar Imtihan Al Quran 217 Santri Lulus 100 %
Yayasan Al Ibrah Gelar Imtihan Al Quran 217 Santri Lulus 100 %

Menjemput Mahkota Surga: 217 Santri Al Ibrah Lulus Imtihan Al Quran 100%

alibrahgresik – Yayasan Al Ibrah Gresik kembali menyelenggarakan acara tahunan bertajuk Imtihan dan Haflah Al Quran Metode Fitrah, Sabtu (31/5) di Star Ballroom. Kegiatan ini diikuti oleh 217 santri dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan yayasan: TPQ (9 anak), TKIT (20 anak), SDIT (108 siswa), dan SMPIT (80 siswa). Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa kental dengan kehadiran 534 orangtua yang turut menyaksikan secara langsung proses ujian dan pengukuhan hafalan Al Quran anak-anak mereka.

Peserta Imtihan Al Quran Metode Fitrah Yayasan Al Ibrah
Peserta Imtihan Al Quran Metode Fitrah Yayasan Al Ibrah

Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan khotmil Quran juz 30 oleh para santri SDIT Al Ibrah, dilanjutkan dengan sesi imtihan—yakni uji petik hafalan dan tajwid yang dipandu langsung oleh Ustadz Moehammad Anfa’ul ‘Ulum, dosen Bahasa Arab dan Ulumul Quran STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Santri yang dipanggil secara acak diminta memilih nomor undian yang berisi perintah melanjutkan ayat atau menjawab pertanyaan tentang tajwid. Bacaan tidak dihentikan hingga penguji memberi aba-aba cukup, memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta.

Baca juga : Lirik Mars Al Ibrah yang Menggugah Semangat 

Dalam sambutan utamanya, Pembina Yayasan Al Ibrah, Ustadz Drs. Kholid, M.PSDM, menekankan pentingnya membangun generasi pemimpin yang berakar kuat pada nilai-nilai Al Quran.

“Mereka adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Jika pada usia dini mereka sudah tekun berinteraksi, membaca, dan menghafal Al Quran, maka niscaya kelak kita akan memiliki pemimpin yang beriman dan berkarakter mulia. Ingatlah, hingga saat ini di dunia masih kurang dari lima pemimpin yang hafal Al Quran secara menyeluruh,” ujar beliau yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Tampak hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, antara lain: Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik), Bapak H. Abdul Rosyid, SE (Kepala Desa Yosowilangun), serta jajaran pembina Yayasan Al Ibrah, Ustadz H. M. Rusli, MMT. Momen kebersamaan dan kekhusyukan semakin terasa ketika satu per satu dari 217 peserta dinyatakan lulus 100% oleh penguji. Suara gemuruh tepuk tangan dan tangis haru mewarnai ruangan, terutama dari para orangtua yang sejak awal menyimak penuh harap dan haru.

Pembina Yayasan Al Ibrah bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik dan Tamu Undangan
Pembina Yayasan Al Ibrah bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik dan Tamu Undangan

Usai prosesi imtihan, para santri menerima penghargaan secara bergiliran. Penghargaan diserahkan langsung oleh para tamu undangan yang didampingi kepala sekolah masing-masing unit. Satu per satu santri naik ke panggung dengan wajah ceria dan bangga. Momen ini diabadikan oleh para orangtua yang berdiri penuh semangat untuk mengabadikan pencapaian anak-anak mereka.

Baca juga : Menelusuri Makna Lirik Mars Al Ibrah

Di tempat terpisah, Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian siswa-siswinya dalam pembelajaran Al Quran.

“Alhamdulillah, seluruh santri SDIT Al Ibrah yang mengikuti imtihan tahsin dan tahfidz dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan. Semangat mereka dalam belajar dan menghafal Al Quran sungguh luar biasa. Terima kasih kepada para guru yang telah membimbing tanpa lelah, serta orang tua yang selalu memotivasi sehingga anak-anak kita semakin cinta Al Quran,” ungkapnya.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak H. Naim Ubaidillah, Komite TPQ Al Ibrah. Suasana penuh kebersamaan terasa ketika seluruh peserta, penguji, pembina, guru, dan tamu undangan berkumpul untuk sesi foto bersama, mengabadikan momen berharga ini sebagai simbol kesungguhan dalam membina generasi Qurani.

Kegiatan Imtihan dan Haflah Al Quran Metode Fitrah ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah bentuk nyata komitmen Yayasan Al Ibrah dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual sejak usia dini. Lebih dari sekadar hafalan, kegiatan ini menjadi tonggak awal menuju generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia—generasi yang menjemput “mahkota surga” untuk orang tua mereka di akhirat kelak. Semoga kegiatan mulia ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menumbuhkan cinta Al Quran sejak dini. (mam/hum)