Penulis : Janan, S.Pd.
“Di sinilah tempat kami berkarya
Tuk meraih asa genggam erat ukhuwah”
Bait ini adalah pengantar dari seluruh semangat perjuangan yang ingin saya tangkap. Al Ibrah bukan sekadar institusi pendidikan, tapi rumah tempat kami berkarya, tumbuh, dan saling menguatkan.
Saya ingin menegaskan bahwa di sinilah mimpi-mimpi kami ditumbuhkan. Di sinilah asa dirajut, dan ukhuwah atau persaudaraan bukan hanya slogan, tapi nafas dalam keseharian. Saya menyaksikan sendiri bagaimana guru-guru saling menopang, siswa-siswa saling menyemangati. Saya ingin bait ini menjadi pengingat: bahwa kekuatan kita ada pada kebersamaan.
“Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman
Sambut masa depan yang gemilang”
Dua kalimat ini muncul saat saya merenungi arah lembaga ini. Kami tidak bisa bergerak tanpa dasar. Maka saya meneguhkan bahwa Al Ibrah berpijak pada Qur’an dan Sunnah. Itulah fondasi utama, yang tak boleh lekang oleh zaman. Masa depan yang gemilang bukan dibangun oleh strategi kosong, tapi oleh generasi yang memegang nilai. Saya ingin generasi Al Ibrah tahu ke mana mereka melangkah—dan dari mana pijakan mereka berasal.
“Menyelami ilmu seluas samudera
Menempa iman takwa yang kuat
membaja”
Dalam bayangan saya, sekolah ini harus menjadi tempat yang membuka cakrawala. Ilmu bukan hanya alat, tapi jendela untuk melihat dunia dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Tapi saya tahu, ilmu saja tidak cukup. Maka bait ini saya susun untuk menyeimbangkan antara akal dan jiwa—antara ilmu dan iman. Saya terinspirasi dari para pendidik yang saya lihat setiap hari, yang bukan hanya mengajarkan, tapi menanamkan nilai dengan keteladanan.
“Cerdas tangkas kreatif berakhlak mulia
Kamilah generasi bintang…”
Bait ini adalah cita-cita. Sosok anak-anak Al Ibrah yang saya harapkan tumbuh dengan empat karakter utama: cerdas dalam berpikir, tangkas dalam bertindak, kreatif dalam menghadapi tantangan, dan tetap berakhlak mulia sebagai fondasinya. Saya menyebut mereka “generasi bintang”—karena seperti bintang, mereka bersinar di mana pun mereka berada. Mungkin tidak selalu terang benderang, tapi konsisten memberi cahaya dalam gelap.
“Bangkitlah.. wahai penerus bangsa
Ayunkah langkah, jangan putus asa”
Bagian ini adalah seruan. Saya menulisnya sambil membayangkan wajah-wajah murid kami yang kelak akan menghadapi dunia luar. Saya ingin mereka mendengar suara ini dalam hati mereka: untuk bangkit, untuk terus melangkah meski lelah, untuk tidak menyerah walau jalan penuh rintangan. Saya tahu, setiap anak membawa beban dan perjuangan sendiri. Maka bait ini hadir sebagai dorongan yang menyala.
“Satukan tekad, sibakkan duri penghalang
Walau ombak dan badai menerjang”
Tak ada perjuangan tanpa rintangan. Tapi selama tekad bersatu, semua bisa dilalui. Bait ini lahir dari pengalaman saya sendiri, dan banyak orang di Al Ibrah, yang sering harus melampaui tantangan pribadi dan kolektif. Saya ingin bait ini menjadi pelipur lara sekaligus pengingat: badai akan datang, tapi kita tak boleh berhenti.
“Al Ibrah almamater kami
Laksana bintang kan terus menyinari
Berjuang dan tak kenal kata henti
Tuk gapai ridlo ilahi”
Ini adalah jantung dari seluruh lagu. Saya menulisnya dengan rasa haru yang mendalam. Al Ibrah bukan hanya nama lembaga—ia adalah almamater, tempat jiwa-jiwa dibentuk. Ia adalah cahaya, laksana bintang, yang tak hanya menyinari ruang kelas, tapi kehidupan para alumninya di luar sana. Semangat juang yang tidak mengenal lelah adalah warisan yang kami tanamkan, dengan satu tujuan: meraih ridho Ilahi.
“Kuatkan azam bangun peradaban negeri
Lahirkan generasi Rabbani”
Penutup ini adalah harapan besar kami semua. Bahwa dari rahim Al Ibrah, lahir generasi yang bukan hanya cerdas, tapi Rabbani—generasi yang terhubung dengan Rabb-nya. Generasi yang tidak hanya mengejar sukses pribadi, tapi juga ikut membangun peradaban. Peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam, menjulang karena
ilmu, dan mekar karena cinta.
“Setiap bait dalam mars ini bukan sekadar lirik, tapi jejak langkah sebuah perjalanan. Ia adalah doa yang dinyanyikan, semangat yang diwariskan, dan cahaya yang akan terus menyala di dada siapa pun yang pernah menjadi bagian dari Al Ibrah.”
-Semoga Bermanfaat –
Al Ibrah Qurani dan Berprestasi