Seminar parenting al Ibrah
Ustadz Miftahul Jinan sedang memberikan tips-tips untuk meraih kesuksesan

TIPS JITU MENUJU SUKSES

Semua orangtua pasti menginginkan anak-anaknya meraih kesuksesan. Makna sukses bagi setiap orang berbeda-beda. Sebagai contoh, seorang kyai saat ditanya, sukses menurutnya seperti apa?  Pak Kyai pasti akan menjawab, sukses baginya adalah saat santri-santrinya lulus pondok pesantren, ia bisa membangun pesantren sendiri dan mengembangkannya,  menjadi seorang ustadz,  menjadi imamuddin, dipercaya menjadi takmir masjid. Bahkan menjadi figur baik bagi masyarakat di kampungnya pun,  merupakan kriteria sukses bagi seorang kyai.

Kesuksesan seseorang butuh sebuah perjuangan. Tidak serta merta datang dengan sendirinya. begitu pula pada anak. Inti dari pada pendidikan terhadap anak adalah mengenalkannya hukum “sebab-akibat”. Suatu misal, jika ia berbuat begini, akan mendapat ini. Sebaliknya, jika tidak mau melakukan ini, hasilnya akan begini, dan seterusnya. hal ini perlu ditanamkan sejak dini.

Ustadz Miftahul Jinan, dalam seminar parentingnya  yang diselenggarakan SDIT Al Ibrah Gresik di Aula PIKPG   menjelaskan ada 6 Kiat menuju Kesuksesan Anak :

1. Cerdas

Anak yang memiliki kecerdasan, ia akan cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ketika kita melihat anak-anak kita sedang melakukan hal-hal yang dianggap “nakal” pada hakekatnya ia sedang mengeksplor rasa ingin tahu pada dirinya. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan pemahaman dari orangtua. Hal yang perlu dilakukan kepada anak adalah dengan  membangun hubungan yang baik dengan anak.  Arahkan ia berimajinasi, penalaran, dan memanfaatkan sumber daya. Kecerdasan anak terbangun pada usia 0-5 th. hindari membentak pada usia tersebut

2. Giat/tekun

Giat atau tangguh  merupakan kemampuan untuk bertahan terhadap kegagalan. Saat melihat anak-anak sedang sulit melakukan sesuatu, hendaknya orangtua tidak langsung mengambil alih untuk membantunya. Hal ini sangat berbahaya. Karena akan menghilangkan jiwa tangguh anak. Biarkan anak-anak mengalami kesulitan berkali-kali. dan ketika kali sekian ia berhasil,  saat itu pula ia akan merasa bangga dengan apa yang telah ia kerjakan dengan kerja keras. Ajarkan anak untuk  tekun , mampu mengelola gangguan, dan  fokus

3. Sabar

Untuk mencapai kesuksesan, anak harus memiliki kesabaran, tidak lekas marah dan tidak lekas putus asa. Sebagai contoh saat anak kita meminta sesuatu yang diinginkan, sebaiknya tidak langsung diberik. Berikan tantangan kepada anak agar terbiasa sabar. Gunakan  rentang waktu agar bisa menunggu. Ajukan syarat-syarat untuk mendapatkannya.  “jika ingin… maka harus…”

4. Biaya

Orangtua harus mempertimbangkan biaya sekolah. Niatkan biaya yang dikeluarkan untuk mendidik anak  adalah sebuah infaq dan shadaqah untuk Allah SWT.  Orangtua juga harus memerhatikan besaran uang jajan anak. berapa harga jajan di sekolahnya. Jangan memberi uang jajan yang berlebihan. Hal ini akan mengakibatkan anak ‘doyan’ jajan dan berakibat kurang baik pada diri dan kesehatannya. Tetapi, jangan pula memberi uang terlalu sedikit. karena jika kapasitas makan anak tidak terpenuhi, ia akan cenderung melakukan hal-hal negatif pada temannya. Suka meminta-minta kepada temannya atau bahkan ketika tidak diberi oleh temannya, ia akan memaksanya.

5. Guru

Syarat untuk mencapai kesuksesan adalah adanya  interaksi guru. Munculkan kepercayaan pada anak terhadap guru dan lembaga sekolahnya. Hindari pemikiran negatif anak terhadap lembaga. Contoh, saat menjumpai anaknya mendapatkan konsekuensi dari sekolah. Sebagai orang tua hendaknya tidak melakukan pembelaan terhadap anaknya dan menyalahkan sekolah di hadapannya. Hal ini akan menumbuhkan rasa ketidakpercayaan anak terhadap guru dan sekolahnya . Tanamkan anak agar mencapai keridhoan dan memiliki tawadhu (rendah hati) terhadap seorang guru.

6. Waktu
Pendidikan adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. Dalam mendidik anak menuju sukses,  tidaklah seperti membalik telapak tangan yang seketika bisa diwujudkan. butuh kesabaran orangtua dalam memahami anak. Seorang Pakar pendidikan mengatakan, “Tidak ada anak yang gagal. Tetapi yang ada hanyalah orangtua yang tidak sabar” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *