Pendidikan di Finlandia
Sekolah Komprehensif Kirkkojarvi di Espoo, sebuah pinggiran kota yang luas di sebelah barat Helsinki, Finlandia.[smithsonian magazine] (sumber : Tempo.co)

Seperti Apa Pendidikan di Finlandia?

Finlandia menempati peringkat pertama dari sepuluh negara terbaik yang memiliki pendidikan berorientasi masa depan. World Economic Forum (WEF) merilis hasil pemeringkatan 10 negara terbaik dalam pendidikan yang berorientasi masa depan oleh Worldwide Educating for the Future Index (WEFFI) pada 12 Maret 2019 lalu dengan 3 indikator utama dalam pemeringkatan yakni inisiatif kebijakan, metodologi pengajaran, dan lingkungan sosial ekonomi.

Berikut 10 negara terbaik dalam pendidikan berorientasi masa depan:

  1. Finlandia
  2. Swiss
  3. Selandia Baru
  4. Swedia
  5. Kanada
  6. Belanda
  7. Jerman
  8. Singapura
  9. Perancis
  10. Inggris

Laporan ini menyebutkan Finlandia, Swiss dan Selandia Baru adalah 3 negara terbaik di dunia sebagai negara penyedia pendidikan yang sangat memperhatikan keterampilan masa depan.

Seperti Apa Pendidikan di Finlandia?

1. Pendidikan wajib dimulai pada usia tujuh tahun

Menurut laporan CNN, 7 April 2019, ternyata pendidikan wajib Finlandia  dimulai pada usia tujuh tahun. Dibanding dengan Inggris yang mulai sekolah pada usia lima tahun, dan AS pada usia enam tahun.

2. Tidak memberlakukan tes uji standar

Selain itu, sistem pendidikan Finlandia tidak memberlakukan tes uji standar. Siswa Finlandia diperkenankan bebas menjelajahi kemampuan diri daripada bersaing, di dalam lingkungan yang lebih ramah dan mendukung. Menurut pakar pendidikan ini berdampak positif untuk jangka waktu yang lama. Itu sebabnya anak-anak Finlandia menempati peringkat pertama ranking pendidikan OECD’s PISA dan akhirnya mendapat perhatian internasional.

3. Sistem  kemampuan individu (multiple intellegence)

Sistem pendidikan Finlandia menawarkan  kemampuan individu. Tidak ada ujian standar sampai SMA, tidak ada sistem ranking, tidak ada persaingan antarsiswa, sekolah, atau persaingan peringkat antarwilayah. Sekolah-sekolah Finlandia dibayar oleh publik dan pemerintah. Sekolah dijalankan oleh lembaga pemerintah, pengajar, atau pejabat nasional dan lokal, bukan oleh pengusaha, pemimpin militer atau politisi.

4. Guru lebih banyak menyusun kurikulum dan penilaian perkembangan siswa

Guru-guru Finlandia menghabiskan waktu lebih sedikit di sekolah dan ruang kelas dibanding guru-guru Amerika. Guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyusun kurikulum dan menilai perkembangan siswanya.

5. Anak usia dini lebih banyak bermain di luar

Anak-anak pada usia dini menghabiskan waktu bermain lebih banyak di luar, bahkan ketika musim dingin. Pekerjaan rumah seminimal mungkin.

6. Cuti hamil bagi guru dengan waktu yang panjang

Finlandia memberikan cuti hamil selama tiga tahun dan penitipan anak bersubsidi kepada orang tua, dan pra-sekolah untuk semua anak berusia 5 tahun, di mana penekanannya adalah bermain dan bersosialisasi. (*)

*Muhammad Janan, Humas Al Ibrah (dari berbagai sumber)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *