Seruuuu..!! Kegiatan Belajar Siswa KB-TKIT Al Ibrah Ini!

Kegiatan Belajar mengajar TKIT Al Ibrah di luar  kebiasaan, kali ini siswa-siswi berkunjung ke Museum Tugu Pahlawan dan Kebun Bibit Surabaya, dalam rangka perayaan tema ‘ Aku Bangga Menjadi Muslim Muslimah Indonesia’.

Sebanyak 182 siswa beserta pendamping dan kepala sekolah, mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, mulai Senin, 8 Mei 2017 kelompok B  91 siswa dan Selasa, 9 Mei 2017 kelompok A 91 siswa.

Rombongan berkumpul di depan Ruko Grand Kartini Jalan AIS Nasution Gresik, kemudian berangkat bersama-sama menuju Tugu Pahlawan dan Kebun Bibit Surabaya.

Kurang lebih satu jam perjalanan, siswa TKIT Al Ibrah sampai di tempat  tujuan. Tugu Pahlawan Surabaya adalah tujuan awal dari kunjungan kali ini. Suasana hari itu ramai karena berbarengan dengan kunjungan dari sekolah lain.

Monumen Tugu Pahlawan

Di depan Tugu Pahlawan, Siswa TKIT Al Ibrah disambut oleh petugas dari museum. Kemudian siswa diajak berkeliling melihat koleksi museum. seperti Monumen Tugu Pahlawan, Patung Bung Tomo, mobil yang digunakan Bung Tomo, diorama perjuangan arek-arek Suroboyo, dan masih banyak lagi. Anak-anak juga diajak melihat video perjuangan Surabaya 45. Dengan antusias mereka melihat video itu sampai selesai.

Keluar dari Museum, anak-anak diajak ke pameran budaya Indonesia. Meski penuh sesak, mereka bisa melihat replika manusia purba, alat penerangan yang digunakan sebelum ada listrik, mainan tempo dulu, lagu–lagu kemerdekaan dan  permainan tradisional. Siswa TKIT Al Ibrah juga diberikan kesempatan mencoba permainan tradisional tersebut.

Menurut Rifatul Aliyah,S.Psi, Kepala Sekolah, kegiatan ini mengajarkan siswa akan pentingnya perjuangan para pahlawan bangsa yang telah berjuang membela tanah air Indonesia, serta rihlah akhir perayaan tema di TKIT Al Ibrah.

Asah Keberanian

GEMBIRA : Permainan tradisional, engkle
KESEIMBANGAN: berjalan diatas tali titian

Perjalanan dari Museum Surabaya ke Kebun Bibit Surabaya hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit. kegiatan dimulai dengan memberi makan rusa, bermain outbond dan bermain bebas. “Kulit rusa halus ust,“ tutur Fardan yang sudah berani memegang dan memberi makan rusa

PEDULI : Siswa KB-TKIT Al Ibrah memberi makan rusa

Keceriaan tampak pada wajah mungil anak-anak saat bermain, tak jarang juga ada yang menangis karena takut. Kyano contohnya, menangis saat bermain tali titian. Ustadzah Siti Aisyah,S.Pd. yang biasa di panggil Ustadzah Aisyah menjelaskan, Kyano memang takut ketinggian dan perlu diterapi supaya keberaniannya muncul.

Tidak hanya area outbond, anak-anak juga mencoba area bermain lainnya. Kegiatan kunjunganpun diakhiri dengan makan siang bersama di pendopo Kebun Bibit Surabaya.

Pengalaman yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata bagi siswa-siswi TKIT Al Ibrah sehingga bangga menjadi anak muslim muslimah Indonesia yang kuat, berani dan mandiri.(*)

*Oleh : Fitrianah (Guru KB-TKIT Al Ibrah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *